Jumat, 11 Desember 2015
Rangkaian Pintu Otomatis
Rangkaian Pintu Otomatis tentu sudah sering anda lihat di mal atau kantor-kantor besar. Rangkaian pintu ini merupakan rangkaian yang sangat sederhana dimana akan bisa membuka pintu secara elektronik atau otomatis. Dan bukan dengan cara manual atau memakai tangan secara langsung. Dan tidak hanya di pintu mal saja, anda bisa menerapkannya di pintu-pintu rumah anda seperti garasi atau gerbang. Apalagi kadang kala rasa segan saat turun membuka pintu garasi dan juga gerbang memang sudah sering anda rasakan saat menggunakan mobil atau motor. Belum lagi jika anda tidak memiliki satpam yang biasanya membantu anda. Bisa jadi kaki anda akan lemas cuma buat membuka pintu gerbang atau garasi. Dengan membuat pintu otomatis ini, tentu saja anda bisa memudahkan kinerja.
Pada rangkaian pintu otomatis ini, diperlukan catu daya atau sumber tegangan dengan menggunakan baterai dengan nilai sebesar 9 V. Komponen saklar kontak akan digunakan untuk membuka secara manual dan juga menutupnya. Komponen Relay K1 merupakan jenis komponen dengan daya 9 V. Sementara pada komponen relay K2 merupakan jenis yang menempel pada Vac 117 yang secara otomatis akan mengunci ketika ledakan pertama arus dan terbuka pada ledakan kedua. Berikut skema gambar pada rangkaian pintu otomatis ini.
Pada prinsipnya, rangkaian pintu otomatis ini bekerja dengan sangat sederhana. Cara kerjanya adalah Ketika pada komponen LASCR tersebut tidak digunakan, maka sumber cahaya akan memicu unit LASCR ke arah konduksi. Hal ini tentu akan menyebabkan arus mengalir ke dalam kumparan relay. Setelah hal tersebut terjadi, tentu saja akan menyebabkan komponen kontak K1 akan menutup sehingga membuat komponen pada K2 bertenaga yang akan segera menutup kontaknya. Setelah ini akan mengoperasikan motor pintu garasi atau gerbang untuk membuka dan menutup pintu tersebut. Tentunya dengan rangkaian pintu otomatis ini, anda tidak perlu repot-repot untuk membuka dan menutup pintu secara manual lagi dan akan semakin mudah. Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian pintu yang dibuat secara otomotis, semoga rangkaian ini berguna dan bermanfaat bagi pembaca.
Rangkaian CDI
Rangkaian CDI yang memiliki kepanjangan Capasitive Discharge Ignition ini mempunyai fungsi sebagai rangkaian elektronik pada motor yang bertugas untuk mengatur perapian dengan mengosongkan kapasitor pada rangkaian tersebut. Bagi anda yang gemar dunia otomotif, tentu saja nama CDI sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun berbeda dengan orang awam yang tentu saja masih asing mendengar nama CDI. Kegunaan dari CDI ini memang vital. Dan tentu saja CDI memiliki keunggulan yaitu :
- Melakukan pengefisiensi Bahan Bakar Minyak atau BBM pada motor
- Bisa menyamakan besaran tegangan yang keluar dengan besaran muatan kapasitor di motor tersebut
- Meningkatkan tenaga.
Dan biasanya setiap sepeda motor memiliki bentuk CDI yang berbeda. Untuk motor dengan silinder tunggal, CDI dengan satu bunga api menjadi alat bantu utama. Sementara untuk motor dengan silinder banyak, CDI dengan bunga api yang cukup banyak dan besar menjadi rangkaian yang bisa anda temukan disini. Dan anda juga bisa membuat sendiri rangkaian CDI sederhana tersebut.
Gambar Skema Rangkaian CDI
Pada skema Rangkaian CDI tersebut, rangkaian ini menggunakan komponen IC IR 2155 sebanyak 2 buah. Kedua komponen ini memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Yang pertama digunakan untuk switch, sementara yang lain digunakan untuk inverter. Untuk rangkaian switch sendiri, dalam skema rangkaian ini menggunakan mosFET IRF822 yang memiliki frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan transistor atau SCR hingga melebihi 20 kHz. Sedangkan untuk inverternya, menggunakan mosFET MTP3055SE.
Prinsip kerja dari CDI diatas adalah :
- Mengambil hasil penguapan BBM dari dalam Karburator
- Mengompres atau memberikan tekanan uap kepada BBM (Bahan Bakar Minyak) pada motor.
- Lalu pembakaran kepada uap yang sudah dikompres atau ditekan
- Dan yang terakhir adalah pembuangan gas hasil dari pembakaran tersebut.
Dengan menggunakan CDI tentu saja kinerja motor anda lebih maksimal dan juga irit. Dan tentu saja anda bisa membuat sendiri Rangkaian CDI ini untuk anda gunakan secara pribadi.
Tutorial Membuat Program Sederhana Menggunakan C++
Beikut ini adalah tutorial membuat program C++ yang sederhana. Tapi sebelum kita membuat program, kita perlu mengetahui apa yang ada & apa yang harus kita tulis pada program tersebut!. Daripada kebanyakan komentar, mending langusng saja kita ke TKP!!! :)
Berikut ini adalah bagian-bagian dalam pembuatan program C++:
1. Include Directive
Yaitu beberapa file yang memungkinkan digunakan pada program yang dibangun pada C++. File tersebut biasanya memiliki ekstensi .h, yang merupakan definisi dari header file.
2. Main Section
Main section merupakan body suatu program dan main merupakan suatu fungsi. Main section berisi heading (seperti judul) dan diikuti dengan dua kurung kurawal {}.
3. Struktur Dasar Pemrograman
Pada setiap program yang kita tulis, terlihat struktur dasar dari program yang terdiri dari tiga atau empat bagian, antara lain :
1. Deklarasi variables
2. Assignment variables
3. Manipulation variables
4. Cetak nilai Variable
Berikut ini adalah contoh program untuk menghitung Luas Lingkaran dengan memasukkan nilai dari Jari-jari dan nilai Phi=3.14.
#include <iostream>
#include <conio.h>
#include <conio.h>
using namespace std;
main()
{
double r,pi,luas;
pi=3.14;
{
double r,pi,luas;
pi=3.14;
cout<<“Masukkan Jari-Jari: “;
cin>>r;
cin>>r;
luas=pi*r*r;
cout<<“\n\nLuas Lingkaran adalah: “<<luas;
getch();
}
getch();
}
Sekian postingan dari saya, bila banyak kesalahan dalam saya menulis saya mohon maaf. Selamat mencoba!!!!!
Kamis, 10 Desember 2015
Vespa New PX 150
NEW PX 150
New Vespa PX 150 merupakan produk Vespa yang mampu menghadirkan jiwa dari Vespa sebagai sebuah ikon yang tidak lekang oleh waktu di era modern. Dengan beragam kecanggihan, New Vespa PX 150 tetap mempertahankan kekuatannya sebagai sebuah produk yang klasik dan telah menjadi penentu keberhasilan produk ini sepanjang lebih dari tiga dekade, yaitu gaya yang sempurna, fungsional, mudah dikendarai, rangka baja kokoh yang telah melegenda, mesin yang sederhana, terpercaya dan kuat dengan sistem starter elektrik dan manual, serta dengan tidak lupa fitur pedal rem kaki. New Vespa PX 150 juga menawarkan kemungkinan pemasangan roda cadangan (baik sebagai fitur fungsional atau hanya karena Anda menyukainya). New Vespa PX 150 tersedia dalam lima warna: Mediterranean blue, Midnight blue, Montebianco (putih), Rosso Dragon (merah) and Nero Lucido (hitam). New Vespa PX 150 merupakan model yang mewakili konsep Vespa yang tak lekang oleh waktu.
Harga Vespa Type New PX 150 2014 Surabaya - Jawa Timur
| Tipe | Harga |
| Vespa Type New PX 150 | Rp. 59.900.000 |
Spesifikasi
MESIN | ||||
| Mesin | 2 Langkah, silinder tunggal | |||
| Sistem Pengapian | Karburator | |||
| Kapasitas | 150cc | |||
| Daya Maksimum | 5.8 kW/6.000 rpm | |||
| Torsi Maksimum | 11.2 Nm/4.000 rpm | |||
| Sistem Pendinginan | Udara | |||
| Transmisi | Manual, 4 speed | |||
SASIS | ||||
| Suspensi Depan | Lengan tunggal dengan pegas helical & peredam kejut hidrolis double-acting tunggal | |||
| Suspensi Belakang | Peredam kejut | |||
| Rem Depan | Cakram | |||
| Rem Belakang | Tromol | |||
| Ban Depan | 3.50-10" | |||
| Ban Belakang | 3.50-10" | |||
DIMENSI | ||||
| Panjang | 1.780 mm | |||
| Lebar | 750 mm | |||
| Tinggi keseluruhan | 1.370mm | |||
| Jarak Sumbu Roda | 1.250 mm | |||
| Kapasitas Tangki | 8 L | |||
| Emisi | Euro 3 |











